Reformasi Gereja
A. Pengertian
Reformasi Gereja
Reformasi gereja berasal dari kata "re" artinya
kembali dan "form" artinya bentuk. Sehingga reformasi gereja
merupakan sebuah upaya perbaikan tatanan kehidupanyang didominasi oleh otokrasi
gereja yang menyimpang. Reformasi gereja adalah sebuah upaya perbaikan dan
kembali pada ajaran gereja yang lurus, gerakan reformasi berupa sikap kritis
terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pihak Gereja Katolik
pada waktu itu terutama adanya penjualan surat pengampunan dosa (alfat) yang
disebut pembelian indulgensi.
B. Tokoh Dalam
Reformasi Geraja
1. Martin
Luther (1483-1546)
Luther lahir pada tanggal 10 November 1483 di Eisleben,
Jerman. Seorang tokoh yang paling berpengaruh dalam gereja bahkan di kalangan
Protestan setelah era Reformasi di mana Luther merupakan salah satu tokoh
utamanya. Luther membawa pembaharuan besar di Jerman. Dalam persembunyian dia
menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman.
Luther membawa pembaharuan besar di Jerman pada masa itu.
Dalam persembunyian dia menerjemahkan
Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Ini sangat penting sebagai
sebuah pintu bagi perubahan dan kemerdekaan berpikir. Selama 1500-an tahun,
yang berhak membaca Kitab Suci hanya segelintir orang dan yang berhak
menafsirkannya hanya para petinggi gereja seperti Paus di Roma. Penerjemahan
Kitab Suci ke dalam bahasa Jerman juga membawa pembaharuan tidak hanya dalam
kehidupan beragama tetapi juga dalam bidang non-agamis seperti seni dan budaya.
2. Erasmus
Desiderius Roterodamus
Adalah seorang humanis yang terkemuka dan merupakan perintis
Reformasi. Karyanya edisi perjanjian Baru diterbitkan pada tahun 1516 dalam
Bahasa Yunani mendorong reformasi Luther. Erasmus dilahirkan 27 oktober 1466
3. Zwingli
Huldrych (atau Ulrich) Zwingli lahir di Swiss, 1 Januari
1484 adalah pemimpin Reformasi Swiss, dan pendiri Gereja Reformasi Swiss.
Reformasi Zwingli didukung oleh pemerintah dan penduduk Zürich, dan menyebabkan
perubahan-perubahan penting dalam kehidupan masyarakat, dan urusan-urusan
negara di Zürich.
4. John Calvin
(1509-1564)
Yohanes Calvin atau John Calvin lahir di Noyon, Kerajaan
Perancis, 10 Juli 1509 Swiss. Ia adalah
teolog Kristen terkemuka pada masa Reformasi Protestan yang berasal dari
Perancis. Seorang pemimpin Reformasi Gerakan Gereja di Swiss. Merupakan
generasi kedua dalam jajaran pelopor dan pemimpin reformasi gereja abad ke-16
peranannya sangat besar dalam gereja-gereja reformatoris.
5. John Knox
Lahir sekitar tahun 1513 di Haddington. Ia belajar di
Universitas St. Andrews lalu ditahbiskan menjadi imam Katolik tahun 1536 dan
menjadi seorang notaris kepausan tahun 1540. Ia adalah salah seorang tokoh yang
memengaruhi gerakan reformasi di Skotlandia. Ia merupakan salah satu murid
Calvin di Jenewa, sehingga pengaruh teologi Calvinis sangat kental dalam
dirinya
6. John
Wycliff
John Wycliffe lahir
1324 adalah seorang pengajar di Universitas Oxford, Inggris, yang dikenal
sebagai filsuf, teolog, pengkhotbah, penterjemah dan tokoh reformasi Kristen di
Inggris. Ia dikenal melalui karyanya menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke
dalam bahasa Inggris pada tahun 1382, yang dikenal sebagai "Alkitab
Wycliffe". Karya inilah yang mempengaruhi terjemahan-terjemahan Alkitab
kemudian. Pada tahun 1371 doktrin-doktrin Wycliffe mengenai kekayaan gereja
dianggap cocok bagi pemerintah sekuler saat itu, sebab gereja sangat kaya dan
memiliki kurang lebih sepertiga dari seluruh tanah di Inggris
C. Proses
Terjadinya Reformasi Gereja
Awal terjadinya reformasi gereja ini muncul atau terjadi di
Jerman. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya reformasi gereja di Jerman
yaitu, sekitar abad 15-16 Jerman masih merupakan negara agraris yang
terbelakang dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, kuatnya pengaruh
katolisme yang bersifat konservatif di Jerman, banyaknya penjualan surat-surat
pengampunan dosa di Jerman melebihi negara-negara Eropa lainnya, sebagian besar
rakyat Jerman yang berprofersi sebagai petani yang merupakan kelompok sosial
yang paling menderita akibat kekuasaan katolisme salh satunya dengan adanya
pajak-pajak yang sangat memberatkan rakyat.
Selain itu juga faktor yang paling mendasari terjadinya
reformasi di Jerman adanya fase transisi ekonomi di Jerman dimana pada waktu
itu terjadi proses perubahan dari masyarakat feodal menuju masyarakat ekonomi
profit atau menuju masyarakat kapitalis. Dari sinilah muncul satu tokoh yaitu
Marthin Luther yang dari pemikiran-pemikirannya itu kemudian terlahir sebuah
reformasi gereja yang nantnya tidak hanya berkembang di Jerman melainkan meluas
ke wilayah-wilayah Eropa lainnya.
Adapun pemikiran-pemikiran dari Marthin Luther dalam
melakukan protes terhadap kekuasaan Gereja Khatolik Roma yaitu:
o Penolakan Luther
terhadap surat-surat pengampunan dosa yang dikeluarkan oleh Paus karena
menurutnya gereja atau pemuka agama tidak memiliki hak untuk memberikan
pengampunan dosa.
o Menurut Luther
sakramen hanya digunakan untuk membantu keimanan tetapi bukan sama sekali alat
untuk mencapai rahmat Tuhan dan jalan keselamatan.
D. Dampak
Reformasi Gereja
Dampak dari adanya Gerakan Reformasi Protestan dibawah
Luther dan Calvin adalah:
Pertama, dampak sosial dan politik terhadap Eropa dan
negara-negara Barat pada umumnya. Reformasi ini menimbulkan Western Christendom
sehingga munculnya negara-negara nasional kecil tanpa memiliki pusat kekuasaan
atau gembala politik seperti lembaga Kepausan Roma. Menumbuhkan benih-benih
demokratisasi politik.
Banyaknya pertikaian antara Calvinisme dengan katolik,
peperangan saudara dan penghancuran karya-karya seni, patung, lukisan yang
berbau katolisisme.
Kedua, Reformasi juga mengakibatkan terbelahnya agama
Kristen menjadi sekte-sekte kecil; Lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme,
Quakerisme, Katholikisme.